Semenjak tahun baru hingga bulan Febuary saya puasa Travelling dengan sibuk mengerjakan skripsi hingga ada dimana saya mengalami titik jenuh.Saya pun memutuskan untuk melakukan travelling. Saat senggang saya coba cari tempat-tampat baru yang pemandangan indah lewat media sosial, hingga saya melihat pemandangan budug asu yang masih alami/terjaga, tetapi saya masih belum percaya dengan gambar jika saya belum melihat secara langsung. Saya pun mulai mencari tahu tentang lokasi dan track budug asu. Lokasi yang saya baca ada 2 jalur yang dapat dilewati agar sampai di lokasi budug asu yaitu desa klampok/sumber awan dan lewat kebun teh. Kemudian saya membandingkan kedua jalur tersebut yang memungkinkan untuk dilewati karena mengingat musim hujan yang masih melanda kota Malang. Akhirnya jalur kebun teh pun saya pilih karena lebih memungkinkan dibanding lewat singosari.

Saya pun coba menghubungi saudara saya untuk melakukan travelling ke Budug Asu. Saudara saya pun mau untuk ikut travelling dengan saya ke budug asu, saya pun memutuskan untuk melakukan travelling hanya berdua saja. Sabtu 4 maret 2017 menjadi tanggal untuk melakukan travelling. Pekerjaan skripsi pun saya tinggalkan sejenak untuk menghilangkan penat. 1 hari sebelumnya saya melakukan beberapa persiapan. Saya mempunyai bayangan jika disana mungkin lebih terasa mantap jika merasakan kopi dengan melihat pamandangan gunung arjuno. Saya pun membawa seperti alat-alat camp seperti kompor mini, nesting, hammock, gas, kopi instan, gelas plastik, dan air mineral.

Keesokan harinya saya melakukan perjalanan ke area kebuh teh pukul 07.00 WIB. Perjalanan kami tempuh sekitar 1 jam menuju area kebun teh dikarenakan jalanan macet. Setelah sampai di area kebun teh, pihak penjagaan bertanya kepada kami “Mau kemana mas?” kami pun menjawab “mau ke budug asu pak”. Pihak penjagaan harga untuk ke budug asu per orangnya 6k jadi kami bayar 12k untuk 2 orang. Kami diberi petunjuk, dari pos penjagaan lurus terus mentok lalu belok kiri sampai bertemu pertigaan pilih jalan yang berbatuan, begitu kata bapak yang jaga. Kami meneruskan perjalanan, setelah kami melihat trackingnya, wew luar biasa kalau untuk Honda sekelas matic, tetapi kami mencoba tetap meneruskan perjalanan hingga ada seorang bapak-bapak yang sedang berkerja memberi informasi kepada kami bahwa “mending mas e mlaku ae, duduk opo2 soale ndg budug asu gak onok seng njogo motor e samean, terus lek gae motor matik angel mas malah tambah ngerusak motore samean” begitu kata bapaknya. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak tersebut atas infonya. Kami memutuskan untuk kembali ke pos penjagaan untuk memarkir sepeda motor dan kami pun memilih berjalan kaki menuju budug asu. Kami pun berjalan kaki dengan suasana kanan kiri kebuh teh yang asri, hingga lama kelamaan kami menemukan gubug yang terdapat banyak anjingnya. Dan saya berpikiran bahwa mungkin asunya diambil dari sini. Kami melanjutkan perjalanan, kami pun merasa tidak bertemu orang yang menuju ke budug asu. Sampai kami ditempat dimana kana kirinya pohon pinus dan kami menemukan 4 orang yang sudah terlebih dahulu sudah berada di depan kami. Sampai kami menemukan jalan yang mungkin agak menanjak dan saya pun yakin bahwa  lokasi sudah dekat. Dan akhirnya kami pun sampai di lokasi dan kami perjalanan kami dibayar dengan pemandangan yang indah dengan angin yang sejuk. Kami pun sesampai disana beristirahat sambil minum kopi dan snack yang sudah kami bawa sambil menikmati pemandangan yang indah. Setelah habis snack dan kopi, kami lanjut untuk berfoto-foto. Lama berfoto-foto tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12.30 WIB. Kami memutuskan untuk kembali menuju kebun teh lewat jalur yang berbeda. Kami pun hanyamemerlukan waktu 1 jam untuk melakukan perjalanan kembali

Ditulis Oleh @ rozzyfakhru