LINGKAR MALANG – 11 punggawa sepak bola ini bisa dikatakan tim plat merah nya Kota Malang. Walaupun fansnya masih  kalah jauh dengan tim berlambang singo edan, tim yang bernama resmi Persema ini sebenarnya adalah saudara tua dari klub Arema.

Perbedaan umur mereka sebenarnya cukup jauh, Persema ini didirikan 34 tahun sebelum Arema berdiri alias didirikan pada tahun 1953. Walaupun mempunyai fans yang tidak terlalu banyak, Persema pernah ber-rival dengan Arema di divisi teratas liga Indonesia pada kisaran tahun 90an dan 2000 awal. Beberapa pemain kawakan juga pernah bertengger di line-up Persema ini, seperti Maryanto, Bambang Sumantri, di era 90 an hingga pemain berwajah bule yang sering digandrungi oleh banyak wanita yaitu Irfan Bachdim dan Roby Gaspar.

Seperti adiknya yang berjuluk Singo Edan, tim ini juga mempunyai julukan yaitu Bledeg Biru. Julukan ini sempat berganti pada jaman kepemimpinan walikota Peni Suparto dengan julukan Laskar Ken Arok. Sedangkan untuk fans nya sendiri sering dijuluki sebagai Ngalamania.

Klub yang sempat besar bersama dengan homebase yang sama  dengan Arema di Stadion Gajayana ini, kini sedang terpuruk di liga terbawah liga nusantara. Bersamaan dengan kisruhnya politik dualisme PSSI yang carut marut, bersama itu pula seakan klub Persema ini seakan menjadi mati suri. Bahkan akibat pilihannya dalam memilih liga premier Indonesia sebagai tempat berlaganya tim ini pun nyaris tidak punya kesempatan  untuk turut bertanding di Indonesia Super League selepas islah kedua kubu PSSI yang berseteru.

Namun ini bukan alasan untuk klub yang 64 tahun berkecimpung dalam persebakbolaan nasional ini patah arang dan berputus asa. Bukan kali pertamanya tim ini terpuruk, dan bukan kali pertamanya pula tim ini bangkit kembali. Mari kita berharap di musim selanjutnya management Persema bisa segera berbenah dan bangkit kembali untuk berlaga bersama dengan adiknya si  singo edan di Liga 1. (Kartiko.P)