Lingkarmalang.com, Malangan – Topeng Malangan merupakan sebuah kesenian yang asli Malang. Berlatar pertunjukan yang mengusung drama namun disajikan dengan tarian. Memang dapat dikatakan mirip wayang orang, karena penyajian seni drama dan seni tari bersatu padu tanpa sekat yang nyata.

Perbedaan kedua pertunjukan ini terletak pada lakon drama, jika dalam wayang orang secara keseluruhan mengadopsi cerita dari wayang versi India. Lain halnya dengan topeng Malangan. Topeng Malangan terbagi menjadi 15 episode cerita dan terdiri dari 76 tokoh yang menjadi pelaku jalannya cerita. Ke 76 tersebut terbagi menjadi 4 karakter. Karakter tersebut yaitu:

Antagonis

Biasa disebut sebagai sabrang, dalam bahasa jawa sabrang bermakna seberang. Karena tokoh ini memiliki peran yang berseberangan dengan jalan cerita. Seperti kebanyakan tokoh antagonis, beberapa tokoh antagonis merupakan sosok yang jaha, keras, dan penuh akal licik. Dengan raut topeng yang terlihat menyeramkan dengan dominasi warna merah dan hitam akan menambah kesan angker pada tokoh antagonis ini. Beberapa tokoh antagonis ini biasanya didominasi oleh buto (raksasa .pen)

Protagonis

Sebagai pengatur alur cerita, tokoh protagonis ini memiliki peran penting. Lagi-lagi sama seperti pembagian peran pada pewayangan kebanyakan, peran protagonis sebagai tokoh utama. Di akhir cerita pasti akan menuai kemenangan dengan perangai lemah lembut dan tak jarang lincah tegas. Ciri-ciri topeng tokoh protagonis ini biasanya berperangai tidak menakutkan, malah cenderung cantik dan ganteng. Seperti topeng Raden Panji dan Dewi Sekartaji.

Pembantu

Bagi anda yang sering melihat wayang pasti familiar dengan nama Punakawan. Tokoh ini biasanya memberikan kesan lucu, konyol, dan keluar dari jalan cerita. Hadirnya tokoh pembantu ini menjadi daya tarik tersendiri. Tujuannya memang untuk relaksasi dan mengajak penonton cengingisan. Gambaran topeng yang tergambar yaitu lucu, dengan rupa yang aneh, dan biasanya di tunjang dengan aksesoris tertentu.

Hewan

Peran ini dibuat untuk menunjang jalannya cerita, peran hewan dalam topeng Malangan dikemas sedemikian rupa, sehingga memunculkan kesan estetik dengan padu padan seni gerak dan seni musik yang berasal dari gending Kebogiro. Bentuk topengnya pun menyesuaikan dengan rupa hewan yang diperankan.