Doc. Lingkar Malang

LINGKARMALANG – Mungkin baru pertama kali di Kota Malang atau bahkan di Indonesia ada kampung yang menawarkan konsep go green semacam ini. Glintung go Green atau yang lebih kece disingkat dengan kampung 3G bisa dikatakan stau-staunya kampung yang menawarkan konsep ramah lingkungan dengan paket yang lengkap.

Mengapa paket lengkap ?  dibenak saya, anda maupun orang lain pada umumnya pasti menganggap konsep ramah lingkungan tidak jauh dari kelestrarian, keasrian, maupun keindahan alamnya. Namun konsep ramah lingkungan yang diusung oleh kampung glintung ini sedikit berbeda, tidak hanya terpaku pada ekosistem yang sehat dan nyaman, melainkan aspek sosial dan ekonomi juga termasuk ke dalam definisi sebuah lingkungan. Sehingga  yang dimaksud dengan lingkungan yang sehat bukan hanya banjir yang teratasi dengan baik melainkan juga penyakit social yang tersembuhkan dan juga ekonomi masyarakat yang semakin membaik.

Tiga tahun yang lalu, kondsi kampung glintung tidak seperti sekarang. Seperti halnya daerah bantaran sungai pada umumnya, kampung ini rawan dengan banjir ketika hujan tiba, tak ayal hal ini menyebabkan kondisi kampung menjadi kumuh. Kampung ini dahulu juga terkenal sebagai kampung yang banyak dengan preman dan kondisi masyarakatnya yang banyak terlilit oleh renternir. Bambang Irianto yang saat itu menjabat sebagai ketua Rukun Warga setempat, mulai gerah dengan keadaan tersebut. Dimulai dengan brand storming dengan warganya, maka muncullah usul untuk menciptakan kampung bertema go green baik dari sisi ekosistem social dan ekonominya. tidak main-main konsep inipun mulai serius digarap pada tahun 2013.

Bukan main, perkembangan kampung ini bias dikatakan cukup pesat. Banjir yang dulunya menjadi momok masyarakat kini telah diserap oleh biopori-biopori yang terebar disetiap jalan kampung. Berbagai macam tanaman menghiasi jalan dan halaman rumah, menambah indahnya kampung yang dulunya kumuh ini. Warga pun sekarang sudah mulai tergerak untuk membenahi ekonominya, mereka yang dulu terlilit renternir kini sudah muali bangkit dengan menjual berbagai tanaman hias yang beraneka rupa harganya mulai dari yang murah hingga mahal. Kas Rukun Warga pun mendapatkan efek yang positif, hanya dalam jangka waktu 3 tahun 4 Bulan pembukuan kas mencatat nominal 1 milyar.

Kini kampung yang sudah berubah drastis ke arah yang lebih baik, mencoba untuk selalu bertranformasi menjadi yang terbaik. Mei 2017 kampung ini berencana menjadisatu-satunya kampung konservasi air di Indonesia.